Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Definisi Pembibitan Kelapa Sawit

Pembibitan kelapa sawit adalah upaya mengelola perkecambahan dari benih kelapa sawit agar dapat tumbuh dan berkembang optimal yang ditandai dengan munculnya akar, batang dan daun sehingga menjadi bibit (bahan tanam) yang berkualitas dan siap ditanam di lapangan.

Bibit kelapa sawit yang berkualitas memiliki ciri-ciri pertumbuhan sesuai dengan umur tanam, pertumbuhan yang serempak dan bebas dari hama dan penyakit. Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas bibit diantaranya:

Pembibitan Kelapa Sawit


Faktor Genetik Tanaman

Faktor genetik adalah sifat yang dimiliki oleh tanaman yang diperoleh dari leluhurnya, contohnya kemampuan untuk beradaptasi pada lingkungan tertentu dan tingkat produktifitasnya. Semakin bagus sumber genetik dari bibit tanaman kelapa sawit maka semakin baik pula potensi produksinya. 

Faktor Kultur Teknis

faktor teknis budidaya juga memiliki peran penting dalam mengupayakan kualitas bibit yang baik, misalnya penyiraman, pemupukan dan pengondisian lingkungan yang sesuai dengan sifat genetik yang ada pada bahan tanam tersebut.

Seleksi Bibit

Dalam pembudidayaan bibit yang besar, akan ada beberapa tanaman yang tumbuh abnormal sehingga perlu disortasi untuk efisiensi dan tidak mengganggu pertumbuhan bibit yang normal.

Umur Bibit Pada Waktu Penanaman Di Lapangan

Bibit tanaman kelapa sawit umumnya dapat ditanam dilapangan saat berumur 10 bulan dan maksimal 14 bulan, idealnya 12 bulan. Apabila terlalu muda maka resiko bibit terserang hama dan penyakit lebih tinggi, apabila teralu tua maka semakin lama juga pohon kelapa sawit dapat dipanen. 

Baca Juga : Tugas dan Tanggung Jawab Asisten Pembibitan Kelapa Sawit

Mengapa Kualitas Pembibitan Kelapa Sawit Sangat Penting?

Karena kualitas bibit merupakan faktor penting dalam rangka mendapatkan produksi CPO yang tinggi dan dapat dipanen pada umur yang singkat yaitu 30 bulan atau kurang. Demikian, semoga bermanfaat.